oleh: H.Asrul Hoesein
(pendiri GIH Foundation)
Tulisan ini, saya publish untuk memenuhi permintaan (pertanyaan) salah seorang teman saya beragama Nasrani, tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, sementara menyelesaikan pendidikan (doktoral), disertasinya bertema atau substansi mengenai “lingkungan di tinjau dari sudut agama”, subtema, bagaimana Islam (Al-Quran) memandang atau menyikapi alam, bumi atau lingkungan. Saya hanya info secara makro.
Sengaja saya publish di blog kompasiana dan blog saya lainnya termasuk disini agar kompasianer atau para sobat blogger lainnya bisa membantu melengkapi atau menyempurnakan, setidaknya melalui komentar atau dipublish tersendiri. Karena info saya ini masih jauh dari kesempurnaan.
Sebenarnya kalau kita mau membuka kenbali Al-Quran dan berbagai kitab suci lainnya, tampak jelas bahwa bencana alam dan krisis lingkungan hidup adalah akibat dari ulah manusia. Kerusakan lingkungan telah lama disinyalir dalam Al-Quran. Dalam sebuah ayat Allah berfirman,”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS Ar-Rum[30]:41). Ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi disebabkan ulah tangan manusia. Bencana yang datang silih berganti mengiringi kerusakan alam yang semakin parah ini bukan salah siapapun, bukan fenomena alam, melainkan salah manusia sendiri yang tidak bijak mengelolanya (seperti apa yang menjadi pemandangan kita setiap hari di televisi).
